Sabtu, 01 Februari 2014

merasakan...
dan benar-benar mulai merasakannya
yang sebenarnya akan di rasakan olehnya, entah kapan waktunya
biarkan aku melangkah bersamanya
biarkan aku merasakan kebahagiaan dengannya
tak lebih aku bahagia bersanding dengannya.
         Biarkan saja jika aku hanya awan mendung yang mungkin akan sebentar merangkulnya
aku awan mendung yang menyembunyikan mentari
mengapa ?
karena aku tahu hujan akan membuat mentari kedinginan, dan aku juga tahu bumi tak akan mampu menyembunyikan serta merangkul dari dinginnya hujan yang bergemuruh.
biarkan aku merangkulnya dalam dinginnya hujan saat ini.
aku pun mengerti bahwa mentari tak akan bisa terlalu lama meninggalkan bumi.
namun awan mendung memiliki rasa tulus yang sebenarnya.


- aisatul munawaroh, just to sayang -

hidup penuh usaha

saat ini...
bukan hanya sekedar ungkapan ataupun ucapan belaka
bagaikan terdengar angin yang menghembus kencang tanpa meninggalkan jejak
terasa lelah seakan berlari pada ribuan tangga
hapus saja keringat-keringat yang tak bermakna
tinggalkan bebatuan-bebatuan yang robohkan semangat
bukan lagi anak kecil yang masih memiliki banyak keinginan
namun saat ini seseorang yang harus mengerti akan indahnya sebuah usaha.
lihat mereka yang masih sama menudukkan kepala
lihat mereka yang mengais beberapa logam demi sebuah kehiduapan.
bukan itu !
bukan itu harapan mereka yang sesungguhnya, namun semua akan terlihat usaha sebelumnya.
setiap usaha akan memberikan hasil yang sebenarnya yang di inginkan.

rasa dalam hati

kegelisahan
keputusan ini hadir dalam lisan serta ucapan
keputusan ini bukan untuk di sia-siakan namun di perjuangkan
salah jika mengambil keputusan tanpa sebuah perencanaan
keputusan yang akhir tak pernah mengharapkan kegelisahan hadir
namun mengapa dan bagaimana ketika ia hadir tanpa persetujuan
membingungkan, seakan banyak salah dalam sikap dan tingkah ini.