TUGAS POSTING IPA
9. PENILAIAN PORTOFOLIO
A.
Konsep Portofolio
1.
Pengertian Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan satu
metode penilaian berkesinambungan, dengan mengumpulkan informasi atau data
secara sistematik atas hasil pekerjaan seseorang (Pomham, 1984).
Aspek yang diukur dalam penilaian
portofolio adalah tiga domain perkembangan psikologi anak yaitu kognitif,
afektif dan psikomotorik.
2.
Penilaian Portofolio
Portofolio dapat diartikan sebagai suatu
wujud benda fisik, sebagai suatu proses sosial pedagogis, maupun sebagai
ajektif. Sebagai suatu wujud benda fisik portofolio adalah bundel, yaitu
kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan pada
suatu bundel. Misalnya hasil tes awal (pre-test), tugas, catatan anekdot, piagam
penghargaan, keterangan melaksanakan tugas terstruktur, hasil tes akhir
(post-test) dan sebagainya. Sebagai suatu proses sosial pedagogis, portofolio
adalah collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran
peserta didik baik yang berwujud pengetahuan (kognitif), keterampilan (skill),
maupun sikap (afektif). Adapun sebagai suatu ajektif portofolio seringkali
dihubungkan dengan konsep pembelajaran atau penilaian yang dikenal dengan
istilah pembelajaran berbasis portofolio atau penilaian berbasis portofolio.
Portofolio
-
Sebagai benda fisik (bundle atau dokumen)
-
Sebagai suatu proses social
-
Sebagai adjective (Pembelajaran portofolio, assesmen portofolio)
Portofolio sebagai hasil pelaksanaan
tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai
bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang
ditentukan dalam kurikulum. Portofolio dalam arti ini, dapat digunakan sebagai
instrument penilaian atau salah satu komponen dari instrument penilaian, untuk
menilai kompetensi siswa, atau menilai hasil belajar siswa. Portofolio demikian
disebut juga portofolio untuk penilaian atau asesmen portofolio.
Berdasarkan pengertian tentang evaluasi,
penilaian, asesmen dan portofolio, maka dapat disimpulkan bahwa asesmen
portofolio dalam pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk
memperoleh berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh
tentang proses, hasil pertumbuhan, perkembangan wawasan pengetahuan, sikap, dan
keterampilan peserta didik yang bersumber dari catatan dan dokumen pengalaman
belajarnya di dalam suatu pembelajaran. Dalam konteks penilaian, asesmen
portofolio juga diartikan sebagai upaya menghimpun kumpulan karya atau dokumen
peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisir yang diambil
selama proses pembelajaran, digunakan oleh guru dan peserta didik dalam mata
pelajaran tertentu (Surapranata S dan Hatta M, 2004 dalam Nahadi danCartono,
2007).
Portofolio siswa untuk penilaian atau
assesmen portofolio merupakan kumpulan produksi siswa, yang berisi berbagai
jenis karya seorang siswa, misalnya:
1. Hasil proyek, penyelidikan, atau
praktik siswa yang disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis.
2. Gambar atau laporan hasil pengamatan
siswa, dalam rangka melaksanakan tugas untuk mata pelajaran yang bersangkutan.
3. Analisis situasi yang berkaitan atau
relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan.
4. Deskripsi dan diagram pemecahan suatu
masalah dalam mata pelajaran yang bersangkutan.
5. Laporan hasil penyelidikan tentang
hubungan antara konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antar mata pelajaran.
6. Penyelesaian soal-soal terbuka.
7. Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas,
misalnya dengan cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah, atau
dengan cara yang berbeda dari cara pilihan teman-teman sekelasnya.
8. Laporan kerja kelompok.
9. Hasil kerja siswa yang diperoleh
dengan menggunakan alat rekam vidio, alat rekam audio dan computer.
10. Fotokopi surat piagam atau tanda
penghargaan yang pernah diterima oleh siswa yang bersangkutan.
11. Hasil karya dalam mata pelajaran yang
bersangkutan, yang tidak ditugaskan oleh guru (atas pilihan siswa sendiri,
tetapi relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan).
12. Cerita tentang kesenangan atau
ketidaksenangan siswa terhadap mata pelajaran yang bersangkutan.
13. Cerita tentang usaha siswa sendiri
dalam mengatasi hambatan psikologis, atau usaha peningkatan diri, dalam
mempelajari mata pelajaran yang bersangkutan.
14. Laporan tentang sikap siswa terhadap
pelajaran.
Bagi seorang guru, penilaian portofolio
walaupun sedikit lebih rumit tetapi bisa memiliki banyak kegunaan. Seperti
misalnya:
a.
Mendorong pembelajaran mandiri
b.
Memperjelas pandangan mengenai apa yang
dipelajari
c.
Membantu mempelajari pembelajaran
d.
Mendemonstrasikan kemajuan berdasarkan
keluaran yang diidentifikasikan
e.
Membuat interseksi antara instruksi dan
penilaian
f.
Memberikan jalan kepada siswa untuk
menilai diri mereka sebagai pemelajar
g.
Memberikan kemungkinan untuk pengembangan
dukungan ‘peer’
h.
Mengetahui bagaiman Portofolio dapat
memperbaiki proses persiapan
Aspek yang diukur dalam asesmen
portofolio adalah tiga ranah perkembangan psikologi anak yaitu kognitif, afektif,
dan psikomotorik.
1. Prilaku Kognitif
Berdasarkan
taksonomi kognitive Bloom, terdapat enam tingkatan kognitif berfikir:
a. Pengetahuan (knowledge): kemampuan mengingat (misal mengingat rumus)
b. Pemahaman (comprehension): kemampuan memahami (menyimpulkan suatu paragraph)
c. Aplikasi (application):
kemampuan penerapan (misalnya menggunakan informasi atau pengetahuan yang
diperolehnya untuk memecahkan masalah).
d. Analisis (analysis): kemampuan
menganalisis suatu informasi yang luas menjadi bagian-bagian kecil (misalnya
menganalisis bentuk, jenis atau arti)
e. Sintesis (synthesis): kemampuan
menggabungkan beberapa informasi menjadi kesimpulan (misalnya memformulasikan
hasil penelitian).
f. Evaluasi (evaluation):
kemampuan mempertimbangkan mana yang baik untuk mengambil tindakan tertentu.
2. Prilaku afektif
Mencakup penilaian perasaan, tingkah
laku, minat, kesukaan, emosi dan motivasi.
3. Prilaku psikomotorik
Mencakup penilaian keahlian. Penilaian
psikomotorik adalah penilaian pembelajaran yang banyak menggunakan praktek
seperti agama, kesenian, olahraga, sains dan bahasa, sementara itu untuk mata
pelajaran yang tidak terdapat kegiatan praktek, tidak terdapat penilaian
psikomotoriknya. Bentuk instrument dan jenis tagihan yang digunakan untuk assesmen
portofolio adalah tes tertulis (obyektif dan non-obyektif), tes lisan
(wawancara), tes perbuatan (lembar pengamatan), non-tes (angket, kuisioner),
dan hasil karya (daftar cek, produk dan laporan.
Dalam mengembangkan dan menerapkan
assesmen portofolio dalam pembelajaran, guru harus memahami tentang
bagian-bagian portofolio, antara lain:
a.
Daftar isi dokumen
Pada halaman depan bundel portofolio
tertulis nama peserta didik yang bersangkutan berikut daftar evidence atau
dokumen yang ada didalamnya.
b.
Isi dokumen
Isi portofolio yang terkadang dinamakan
sebagai evidence atau dokumen yang dapat berupa kumpulan atau tugas yang berisi
pekerjaan peserta didik (foto, video, audio, penilaian tertulis, penugasan,
hasil karya praktek, catatan, disket atau fotocopy) selama waktu tertentu
(misalnya satu semester atau satu tahun). Evidence menjadi ukuran seberapa baik
tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik telah dilaksanakan sesuai
dengan kompetensi dasar dan indicator pencapaian hasil belajar yang terdapat dalam
kurikulum.
c.
Bundel dokumen
Kumpulan semua dokumen peserta didik baik
evidence, work-sheet, maupun lembaran-lembaran informasi dan lembar kerja yang
dipakai dalam kegiatan pembelajaran dimasukkan ke dalam bendel dokumen
portofolio. Dokumen-dokumen tersebut ditempatkan dalam satu map atau folder.
B.
Prinsip Penilaian Portofolio
Salah satu prinsip pembelajaran adalah
“Mulai dari konkret ke abstrak”. Prinsip itu memberikan kesempatan kepada siswa
untuk melakukan eksplorasi tentang suatu perkara yang dipilihkan oleh guru.
Siswa akan terlibat lebih aktif dalam pembelajaran dan penilaian, jika siswa
juga ikut memilih hal yang harus dieksplorasi, sesuai dengan minatnya atau gaya
belajarnya. Portofolio merupakan tempat bagi siswa untuk secara aktif memilih
hal yang dieksplorasi, dan menunjukkan bukti tentang kompetensi siswa, di luar
hasil tes. Dengan kata lain, di samping mengaktifkan siswa, portofolio
memberikan kesempatan kepada siswa untuk ikut serta dalam penilaian atas
dirinya.
Berbeda dengan penilaian lainnya, keterlibatan
peserta didik dalam asesmen portofolio merupakan sesuatu yang harus dikerjakan.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dan dijakdikan pedoman dalam
penggunaan asesmen portofolio di sekolah, antara lain saling percaya,
kerahasiaan bersama, milik bersama, kepuasan, kesesuaian, proses dan hasil.
1.
Saling percaya
Asesmen portofolio merupakan proses
penilaian yang berlangsung dua arah antara guru dan peserta didik maupun antara
peserta didik dengan peserta didik lainnya yang harus dibina dengan sinergis.
Dalam assesmen portofolio, guru dan peserta didik ataupun antara peserta didik
dengan peserta didik lainnya harus merasa sebagai pihak yang saling memerlukan,
dan memiliki semangat untuk salingmembantu.oleh karena itu, guru dan peserta didik atau antar peserta didik harus saling
terbuka dan jujur.
Guru hendaknya seoptimal mungkin
menciptakan suasana pembelajaran dan penilaian yang kondusif sehingga peserta
didik dapat dengan mudah memperlihatkan kemampuannya secara optimal sesuai
dengan harapan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indicator yang
dituntut dalam kurikulum.
2.
Kerahasiaan bersama
Kerahasiaan bersama peserta didik
terhadap evidence merupakan hal yang sangat penting dalam portofolio. Hasil
pekerjaan peserta didik secara individu atau kelompok sebaiknya tidak
diperlihatkan kepada peserta didik lain atau kelompok lain, sebelum diadakan
pameran apalagi yang masih mengandung kelemahan. Hal ini dilakukan agar peserta
didik yang memiliki kelemahan tidak merasa dipermalukan. Penjagaan kerahasiaan
ini akan memotivasi peserta didik untuk memperbaiki evidence mereka.
3.
Milik bersama
Semua pihak, guru maupun peserta didik
harus menganggap bahwa semua evidence merupakan milik bersama yang harus dijaga
secara bersama-sama. Oleh karena itu, semua dokumen harus menjadi milik
bersama antara guru dan peserta didik. Guru dan peserta didik perlu menyepakati
bersama dimana evidence yeng telah dirahasiakan peserta didik akan disimpan.
Hal ini akan mempermudah peserta didik untuk menyimpan dan mengambil kembali
portofolio mereka.
4.
Kepuasan dan Kesesuaian
Hasil akhir portofolio adalah
ketercapaian standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator. Kepuasan
semua pihak terletak pada tercapai tidaknya standar kompetensi, kompetensi
dasar dan indikator yang dimanifestasikan melalui evidence peserta didik.
Kesesuaian ini akan menjamin ketercapaian kompetensi yang menjadi kriteria
keberhasilan belajar peserta didik di sekolah.
5.
Penciptaan budaya mengajar
Sebagian orang berpendapat bahwa
portofolio adalah metode pengajaran, sedangkan yang lainnya menganggap sebagai
salah satu alat penilaian. Sebenarnya antara pengajaran dan assesmen portofolio
tidak dapat dipisahkan. Jika dalam mengajar, guru hanya menuntut peserta didik
untuk menghafal fakta atau pengetahuan pada taraf yang rendah, maka assesmen
portofolio tidak akan bermakna. Asesmen portofolio akan efektif jika proses
pembelajaran menuntut peserta didik untuk menunjukkan kemampuan yang nyata yang
menggambarkan pengembangan aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan pada taraf
tinggi.
6.
Refleksi bersama
Asesmen portofolio memberikan kesempatan
untuk melakukan refleksi bersama-sama, dimana peserta didik dapat merefleksikan
tentang proses berfikir mereka sendiri, pemecahan masalah atau pengambilan
keputusan dan mengamati pemahaman mereka tentang kompetensi dasar dan indikator
yang telah mereka peroleh. Portofolio secara jelas mencerminkan hasil peserta
didik yang dirumuskan dan diidentifikasikan dalam kompetensi dasar dan
indikator yang diharapkan dipelajari oleh peserta didik.
7.
Proses dan hasil
Asesmen portofolio menerapkan prinsip
proses dan hasil. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan
prilaku harian peserta didik mengenai sikapnya dalam belajar. Aspek lain dari
asesmen portofolio adalah penilaian hasil, yaitu menilai hasil akhir suatu
tugas yang diberikan oleh guru
Dengan demikian maka asesmen portofolio
tidak hanya sekedar menilai hasil akhir pembelajaran, melainkan juga perlu
memberikan penilaian terhadap proses belajar.
C.
Fungsi dan Tujuan Penilaian Portofolio
Portofolio tidak hanya merupakan tempat
penyimpanan hasil pekerjaan peserta didik tetapi merupakan sumber informasi
untuk guru dan peserta didik. Portofolio berfungsi untuk mengetahui
perkembangan pengetahuan peserta didik dan kemampuan dalam mata pelajaran kimia
serta pertumbuhan kemampuan peserta didik. Portofolio dapat
memberikan bahan tindak lanjut dari suatu pekerjaaan yang telah dilakukan
peserta didik sehingga guru dan peserta didik berkesempatan untuk mengembangkan
kemampuannya. Portofolio dapat berfungsi sebagai alat untuk melihat
perkembangan tanggung jawab peserta didik dalam belajar, perluasan dimensi
belajar, pembaharuan kembali proses belajar mengajar dan pengembangan pandangan
peserta didik dalam belajar. Portofolio dapat digunakan sebagai alat pengajaran
juga sebagai alat penilaian. Asesmen portofolio mengharuskan peserta
didik untuk mengkoleksi dan menunjukan hasil kerja mereka. Dalam hal ini
asesmen portofolio dapat dianggap sebagai salah satu alat untuk menilai secara
otentik. Dalam penilaian portofolio peserta didik memiliki kesempatan yang lebih
banyak untuk menilai diri sendiri dari waktu ke waktu.
Fungsi penilaian fortopolio adalah
sebagai alat untuk mengetahui kemajuan kompetensi yang telah dicapai peserta
didik dan mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik, memberikan umpan balik
untuk kepentingan perbaikan dan penyempurnaan KBM. Kumpulan hasil pekerjaan
peserta didik dapat berupa: (1) puisi; (2) karangan; (3) gambar/tulisan; (4)
peta/denah; (5) desain; (6) paper; (7) laporan observasi; (8 ) laporan
penyelidikan; (9) laporan penelitian; (10) laporan eksperimen; (11)
sinopsis;(12) naskah pidato/kotbah; (13) naskah drama;(14) doa; (15) rumus;(16)
kartu ucapan; (17) surat; (18 ) komposisi musik; (19) teks lagu; (20) resep
masakan.
Asesmen portofolio dapat digunakan
sebagai alat formatif dan sumatif. Asesmen portofolio sebagai alat formatif
digunakan untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan untuk
mendorong peserta didik dalam merefleksikan pembelajaran mereka sendiri.
Portofolio seperti ini difokuskan pada proses perkembangan peserta didik dan
digunakan untuk tujuan formatif dan diagnostik. Asesmen portofolio digunakan
juga untuk tujuan penilaian sumatif pada akhir semester atau pada akhir tahun
pelajaran. Hasil asesmen portofolio sebagai alat sumatif ini dapat digunakan untuk
mengisi angka raport peserta didik yang menunjukkan prestasi peserta didik
dalam mata pelajaran kimia. Selain itu, tujuan penilaian dengan menggunakan
portofolio adalah untuk memberikan informasi kepada orang tua tentang
perkembangan peserta didik secara lengkap dengan dukungan data dan dokumen yang
akurat.
Portofolio dalam penilaian dapat
digunakan untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu:
1. Mendokumentasikan proses pembelajaran
yang berlangsung.
2. Memberi perhatian pada prestasi kerja
peserta didik yang terbaik.
3. Meningkatkan proses efektivitas
pengajaran
4. Bertukar informasi dengan orang tua/
wali peserta didik dan guru lain.
5. Membina dan mempercepat pertumbuhan
konsep diri secara positif pada setiap peserta didik.
6. Meningkatkan kemampuan melakukan
refleksi diri.
Menurut Masnur Muchlis (2007) tujuan
dilakukan portofolio bagi siswa antara lain sebagai berikut :
1. Untuk penilaian formatif dan dianostik
siswa.
2. Untuk monitor perkembangan siswa dari
hari kehari, yang berfokus pada proses perkembangan siswa.
3. Untuk memberi eviden (bukti) penilaian
formal.
4. Untuk mengikuti perkembangan pekerjaan
siswa, yang berfokus pada proses dan hasil.
5. Untuk mengoleksi hasil pekerjaan yang
telah selesai, yang berfokus pada penilaian sumatif
D.
Jenis-jenis Penilaian Portofolio
Menurut Masnur Muslich (2007), dilihat
dari hasil kerja yang dihailkan, portofolio dapat dibedakan menjadi 3 jenis,
yaitu:
1.
Portofolio Perkembangan
Berisi kolekksi artefak siswa yang
menunjukan pertumbuhan seorang siswa. Dengan demikian, yang dipajang dalam
portofolio perkembangan adalah artefak yang bisa menunjukan pertumbuhan dan
perkembngan siswa dari satu tahap ke tahap berikutnya. Artefak ditempatkan
dalam urutan kronologis untuk memperlihatkan kemajuan kompetensi yang dicapai
siswa.
2.
Portofolio Pamer/showcase
Berisi koleksi artefak siswa yang
menunjukan hasil karya terbaiknya
3.
Portofolio komprehensif
Berisi koleksi artefak seluruh hasil
karya siswa. Karya yang dipajang tidak hanya hasil yang terbaik, tetapi semua
karya yang pernah dihasilkan siswa.
Evaluasi, asesmen atau penilaian
portofolio merupakan suatu bentuk penilaian yang sesungguhnya atau otentik
(Collins, 1988 dalam Nahadi dan Cartono, 2007). Hal ini disebabkan karena pada
asesmen portofolio sumber informasi yang dijadikan pertimbangan dalam bentuk
pekerjaan siswa yang dikoleksi secara sistematis. Dengan demikian perkembangan
kemampuan siswa dapat dilihat secara mudah. Sumber informasi berupa hasil
pekerjaan siswa dikumpulkan dalam berbagai bentuk diantaranya :
a. Hasil kerja laboratorium dalam wujud
laporan hasil kerja.
b. Hasil pelaksanaan tugas oleh peserta
didik misalnya buku tugas, buku PR, buku kerja, kliping, foto atau gambar.
c. Hasil ulangan harian atau semester.
d. Penghargaan tertulis misalnya
sertifikat mengikuti lomba baik tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, atau
provinsi.
e. Daftar kehadiran.
f. Catatan pribadi atau anekdik.
g. Catatan tentang peringatan
yangdiberikan guru ketika peserta didik melakukan suatu kesalahan.
h. Audio visual
Dari berbagai jenis asesmen portofolio
yang ada, guru dapat mengumpulkannya sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai,
tingkatan siswa dan jenis kegiatan yang dilakukan. Pada hakikatnya asesmen
portofolio dapat dibedakan kedalam dua bentuk yang banyak dikenal dewasa ini,
yaitu tinjauan proses (process oriented) dan tinjauan hasil (product
oriented). Perbedaan kedua bentuk portofolio tersebut dijelaskan sebagai
berikut:
a)
Tinjauan Proses
Portofolio proses (process oriented)
adalah jenis portofolio yang menekankan pada tinjauan bagaimana
perkembangan peserta didik dapat diamati dan dinilai dari waktu ke waktu.
Pendekatan ini lebih menekankan pada bagaiman peserta didik belajar, berkreasi,
termasuk mulai dari draf awal, bagaiman proses awal terjadi dan waktu sepanjang
peserta didik dinilai. Hal yang diniali mencakup kemampuan awal, proses, dan
akhir suatu pekerjaan yang dilakukan peserta didik.
b)
Tinjauan Hasil
Portofolio ditinjau dari hasil (product
oriented) adalah jenis portofolio yang menekankan pada tinjauan hasil
terbaik yang telah dilakukan peserta didik, tanpa memperhatikan bagaimana
proses untuk mencapai evidence itu terjadi. Portofolio semacam ini bertujuan
untuk mendokumentasikan dan merefleksikan kualitas prestasi yang telah dicapai.
Dalam beberapa literatur dapat ditemukan bahwa portofolio tampilan (show
portofolios) dan portiofolio dokumentasi (documentary portofolios)
merupakan contoh portofolio produk.
a.
Portofolio penampilan
Portofolio pemampilan (show
Portofolios) adalah bentuk yang digunakan evidence terbaik yang dikerjakan
oleh peserta didik ataupun kelompok peserta didik. Portofolio bentuk ini
dirancang untuk menunjukan evidence peserta didik yangterbaik dalam satu
kompetensi dasar atau indikator pencapaian hasil belajar dalam kurun waktu
tertentu. Portofolio penampilan sangat berguna untuk penilaian yang bergantung
kepada seberapa tepat isi portofolio telahg mengacu pada kompetensi dasar atau
indikator pencapaian hasilbelajar yang telah ditentukan dalam kurikulum.
b.
Portofolio dokumentasi
Portofolio dokumentasi (documentary
portofolios) adalah bentuk yang digunakan untuk koleksi evidence peserta
didik yang khusus digunakan untuk penilaian dalam portofolio dokumentasi, hanya
evidence peserta didik yang terbaik yang diseleksi yang akan diajukan dalam
penilaian. Asesmen portofolio dokumentasi dalam portofolio kimia misalnya,
tidak hanya berisi tentang hasil akhir laporan praktikum peserta didik,
tetapi juga berbagai macam draf dan komentar peserta didik terhadap laporannya
tersebut. Termasuk proses sampai dihasilkannya laporan praktikum tersebut.
E.
Tahapan Pengembangan Penilaian Portofolio
Pengembangan asesmen portofolio dalam
pembelajaran bertujuan untuk melengkapi data proses dan hasil belajar siswa
dalam proses pembelajaran. Berbagai aspek belajar siswa diharapkan dapat
direkam dengan adanya asesmen portofolio, sehingga pada akhirnya siswa
mendapatkan keadilan dan posisi yang benar-benar sesuai dengan potensi yang
dimilikinya. Pada umumnya asesmen portofolio terdiri atas beberapa tahapan
dalam pengembangannya, yaitu:
1.
Penentuan Tujuan Portofolio
Hal yang paling utama dalam asesmen
portofolio adalah adanya tujuan (purpose) yang menunjukkan portofolio
akan digunakan. Penentuan tujuan penggunaan portofolio sangat penting,
mengingat tanpa adanya tujuan, guru maupun peserta didik tidak akan terarah dan
cenderung mengerjakan portofolio seadanya. Sebagai contoh, apakah tujuan
digunakan portofolio untuk memantau proses pembelajaran (process oriented)
atau mengevaluasi hasil akhir (product oriented)? Untuk proses
pembelajaran atau alat untuk penilaian? Memantau perkembangan peserta didik
atau mengoleksi evidence peserta didik?
Beberapa hal yang sangat penting dalam
penentuan tujuan dan pengembangan asesmen portofolio adalah sebagai berikut:
a.
Guru harus menentukan tujuan portofolio,
apakah guru akan memantau proses pembelajaran atau mengevaluasi hasil akhir
jika guru ingin mengevaluasi baik proses maupun hasil evidence peserta didik,
mungkin guru akan menggunakan portofolio dokumentasi.
b.
Guru harus menetapkan apakah penggunaan
portofolio adalah untuk proses pembelajaran atau sebagai alat untuk penilaian.
c.
Guru harus menetapkan apakah asesmen
portofolio dilakukan dalam rangka memantau perkembangan peserta didik ataukah
guru hanya bermaksud mengoleksi evidence peserta didik
d.
Guru harus mengembalikan relevansi antara
evidencepeserta didik dengan tujuan yang akan dinilai.
e.
Guru harus menentukan pihak yang akan
menjadi evidence dan untuk apakah portofolio digunakan? Apakah portofolio
dugunakan untuk menunjukkan proses pembelajaran yang sedang berlangsung kepada
orang tua, penilaian diakhir tahun pembelajaran, diakhir jenjang pendidikan
atau untuk memantau sistem pendidikan.
f.
Guru harus menentukan seberapa banyak
portofolio akan digunakan sebagai bahan penilaian? Akankah portofolio berisi
evidence peserta didik yang begitu banyak dan luas atau hanya berisi evidence
pilihan saja? Apakah seluruh evidence yang terpilih dapat menunjukkan
kompetensi dasar dan atau indikator pencapaian hasil belajar yang telah
ditetapkan dalam kurikulum.
Penentuan tujuan portofolio akan sangat
berpengaruh terhadap penggunaan jenis portofolio (asesmen potofolio kerja,
dokumentasi atau penampilan). Tujuan utama dilakukannya portofolio adalah untuk
menentukan evidence peserta didik dan proses bagaimana evidence tersebut
diperoleh sebagai salah satu bukti yang dapat menunjukkan pencapaian
belajar peserta didik, yaitu telah mencapai kompetensi dasar dan indikator
sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
2.
Penentuan Isi Portofolio
Tahapan berikutnya dalam asesmen
portofolio setelah tujuan penilaian ditetapkan adalah menentukan isi
portofolio. Pada tahapan ini, isi dan bahan asesmen portofolio harus mengacu
pada tujuan yang telah ditetapkan. Isi portofolio harus menunjukkan kemampuan
peserta didik yang sesuai dengan apa yang diharapkan pada standar kompetensi,
kompetensi dasar, atau indikator pencapaian hasil belajar yang terdapat dalam
kurikulum.
Beberapa hal yang penting dalam penentuan
isi asesmen portofolio adalah sebagai berikut:
a.
Guru harus menentukan isi portofolio yang
akan dilaksanakannya.
b.
Guru harus menunjukkan hubungan antara
pencapaian hasil belajar peserta didik dengan kompetensi dasar dan indikator
pencapaian hasil belajar.
c.
Guru harus menentukan banyaknya
portofolio yang akan digunakan sebagai bahan penilaian.
d.
Guru harus menetukan relevansi antara
evidence peserta didik dengan tujuan yang akan dinilai.
e.
Guru harus menentukan bagaimana suatu
evidence dikerjakan oleh peserta didik sendiri, kerja kelompok, atau
pertolongan guru.
Selain hal-hal tersebut, terdapat
beberapa hal yang perlu dipertimbangkan lainnya dalam pemilihan isi portofolio,
diantaranya:
a.
Siapa yang memilih?
Pihak yang memilih ditentukan oleh
tujuan. Apabila tujuan portofolio lebih pada pemberian kesempatan kepada siswa
untuk merefleksikan hasil belajarnya, maka siswa harus diberi kesempatan juga
untuk memilih calon isi portofolio. Akan tetapi, apabila portofolio lebih
ditekankan pada usaha guru untuk menilai dan memperbaiki hasil pembelajarannya,
guru harus menentukan apa saja yang harus disajikan dalam portofolio.
b.
Bagaimana memilih?
Ada beberapa cara menentukan butir-butir
yang perlu disajikan dalam portofolio. Guru dan siswa harus bekerja sama untuk
menentukan butir-butir itu. Dan setelah ada kesepakatan perlu dibuat daftar
kategori atau pedoman tertulis.
c.
Bagaimana melibatkan siswa?
Siswa perlu menjelaskan secara tertulis,
mengapa suatu butir atau topik perlu disajikan dalam portofolio masing-masing.
Bila perlu siswa dan guru dapat melakukan diskusi tentang hal tersebut.
d.
Bagaimana peranan guru?
Disamping membantu siswa, guru perlu
mengambil sampel isi portofolio, terutama dalam rangka memahami cara-cara siswa
berpikir, bekerja, bekerja sama dalam kelompok, dan bagaimana pemahaman siswa
atas pemahaman materi tertentu berkembang.
e.
Bagaiman kriteria eksternal?
Guru atau pihak lain yang menugasi siswa
membuat portofolio dapat menggunakan kriteria tertentu untuk mengetahui
cara-cara siswa mendekati masalah atau perkara tertentu. Dalam hal demikian,
guru dapat mendiskusikan kriteria itu dengan sesama guru atau dengan pihak luar
tersebut.
f.
Kapan harus dipilih?
Waktu kapan butir-butir dipilih untuk
dimasukkan kedalam portofolio tergantung pada tujuan. Apabila hasil yang
menjadi tujuan, maka hasil kerja terbaik saja, atau hasil kerja terakhir
sajayang perlu dimasukkan ke dalam portofolio. Akan tetapi kalau kemajuan siswa
lebih dipentingkan, maka portofolio harus berisi bukti-bukti tentang perkembangan
pengetahuan dan keterampilan siswa atau perkembangan sikap siswa.
g.
Apa yang perlu dilakukan oleh guru
terhadap setiap isi?
Selain menilai, guru sebaiknya memberikan
komentar pada setiap butir isi portofolio, baik yang berupa saran peningkatan
belajar, maupun yang berupa pujian atas prestasi siswa yang bersangkutan.
Menurut Masnur Meslich (2007), rancangan
seleksi portofolio mengarah aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam menyusun
(konstruksi) portofolio, terutama menyangkut hal-hal berikut:
a.
Siapa yang memutuskan apa yang hendak
dimasukan ke dalam portofolio?
b.
Hasil karya mana yang bersifat wajib dan
mana yang pilihan?
c.
Siapa yang menyeleksi?
d.
Kapan, berapa sering, dan siapa yang
menkaji ulang portofolio?
3.
Penentuan Kriteria Penilaian
Penilaian portofolio merupakan proses
penilaian yang berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang
menunjukkan perkembangan kemampuan khususnya aspek psikomotor atau unjuk kerja
peserta didik dalam satu periode tertentu.
Dalam melakukan penilaian portofolio
harus memperhatikan hal-phal berikut :
a.
Asli, artinya tugas yang dinilai adalah
asli dari peserta didik.
b.
Adanya rasa kepercayaan antara guru dan
peserta didik,baik dalam proses penilaian maupun menjaga rahasia tentang
pengumpulan hasil belajar.
c.
Join Ownershif antara guru dan peserta
didik harus memiliki rasa saling memiliki berkas-berkas portofolio.
d.
Identitas yang tercantum dalam portofolio
sebaiknya berisi keterangan tentang bukti yang mampu menumbuhkan semangat
peserta didik untuk lebih meningkatkan kreativitasnya.
e.
Adanya kesesuaian antara hasil informasi
hasil belajar yang tercantum dalam kurikulum.
f.
Penilaian portofolio mencakup penilaian
proses dan hasilbelajar.
g.
Penilaian portofolio terintegrasi dengan
proses pembelajaran.
Model atau teknik penilaian portofolio
memerlukan langkah-langkah sebagai berikut :
1.
Menjelaskan kepada peserta didik bahwa
tidak hanya merupakan kumpulan karya/tugas yang dipergunakan oleh guru untuk
penilaian,melainkan digunakan juga oleh peserta didik itusendiri.untuk mengetahui
kemampuan, ketrampilan, bakat dan minat yang dimiliki terhadap suatu mata
pelajaran.
2.
Menentukan bersama antar peserta didik
dengan guru terhadap sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat.
3.
Kumpulkan dan simpanlah semua portofolio
masing-masing peserta didik, dalam satu map folder di rumah masing-masing atau
loker masing-masing sekolah.
4.
Berilah identitas waktu dari setiap bahan
informasi perkembangan peserta didik sehingga bisa terlihat perbedaan kualitas
dari waktu ke waktu.
5.
Sebaiknya tentukan kriteria penilaian
sampel portofolio beserta bobotnya dengan peserta didik sebelum mereka membuat
karyanya.
6.
Seorang guru meminta kepada peserta didik
untuk menilai hasil karyanya secara berkesinambungan.
7.
Setelah portofolio dinilai dan hasilnya
belum memuaskan ,maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaikinya
(remedial).
8.
Akan lebih baik jika dibuat jadwal untuk
membahas protofolio dengan mengundang orangtua atau wali peserta didik untuk
menjelaskan betapa pentingnya ortofolio supaya orang tua wali dapat mengetahui
perkembangan atau pertumbuhan belajarnya.
Ketika tujuan dan isi portofolio sudah
dinyatakan secara jelas, maka tahapan berikutnya adalah menetukan kriteria
penilaian. Kriteria penilaian yang akan digunakan dalam portofolio dapat segera
dibuat untuk meyakinkan bahwa isi yang akan dimasukkan ke dalam portofolio
telah benar-benar mengandung evidence yang diharapkan dalam indikator
pencapaian hasil belajar. Kriteria asesmen portofolio sangat bergantung kepad
karakteristik kompetensi dasar yang telah ditentukan. Kriteria asesmen
portofolio juga sangat bergantung kepada bagaimana cara penilaian dan
portofolio yang akan dinilai.
4.
Penentuan Format Penilaian
Tahapan berikutnya setelah penentuan
kriteria penilaian adalah menentukan format kriteria penilaian. Semua kriteria
penilaian dituangkan dalam format penilaian.
Format penilaian yang disajikan dapat
digunakan untuk menilai pencapaian kemampuan peserta didik sesuai dengan
standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator. Berikut ini adalah contoh
format penilaian, kriteria penilaian beserta proses pencapaiannnya dalam mata
pelajaran Ekonomi.
5.
Manfaat Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio memiliki beberapa
manfaat diantaranya :
a.
Penilaian portofolio dapat memberikan
gambaran yang utuh tentang perkembangan kemampuan siswa. Artinya melalui
penilaian portofolio, informasi yang didapat bukan hanya sekedar pengetahuan
saja, akan tetapi juga sikap dan keterampilan.
b.
Penilaian portofolio merupakan penilaian
yang autentik. Artinya penilaian portofolio memberikan gambaran nyata tentang
kemampuan siswa yang sesungguhnya.
c.
Penilaian portofolio merupakan teknik
penilaian yang dapat mendorong siswa pada pencapaian hasil yang lebih baik dan
lebih sempurna, siswa dapat belajar optimal, tanpa merasa tertekan.
d.
Penilaian portofolio dapat menumbuhkan
motivasi belajar siswa, oleh sebab setiap respon siswa dalam proses
pembelajaran diberikanreinforcement, dengan demikian siswa akan segera
mengetahui kekurangan dan kelebihan dari proses pembelajaran yang dilakukannya.
e.
Penilaian portofolio dapat mendorong para
orang tua siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran siswa. Hal ini
disebabkan setiap perkembangan siswa yang digambarkan melalui hasil kerja
siswa, orang tua dimintai komentarnya.
6.
Pengamatan dan Asesmen Portofolio
Tahapan berikutnya dalam asesmen
portofolio adalah kegiatan mengamati dan menilai evidence yang telah dihasilkan
oleh para peserta didik. Artinya, evidence yang dimasukkan ke dalam portofolio
harus diamati guru dan dinilai. Penilaian tidak hanya dilekukan oleh guru,
tetapi peserta didik juga turut terlibat di dalamnya. Beberapa hal yang sangat
penting dlam pengamatan dan penilaian antara lain:
a.
Guru harus membedakan antara asesmen portofolio
secara individu, kelompok kecil, atau kelompok besar.
b.
Guru harus membuat asesmen portofolio
sesuai mungkin dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, maupun indikator
yang telah ditentukan dalam kurikulum.
c.
Guru harus membuat kriteria yang membedakan
antara penilaian portofolio untuk kelompok maupun peserta didik secara
individu.
d.
Guru harus membuat kriteria yang sesuai
dengan potensi dasar maupun indikator pencapaian hasil belajar.
e.
Guru harus membuat kriteria yang mencakup
rentang kemampuan yang jelas mulai dari kemampuan yang kurang sampai kemampuan
yang baik dan mudah dikomunikasikan kepada siswa, orang tua dan pihak lain
sehingga mereka dapat dengan mudah memahami kriteria yang dimaksud.
f.
Kriteria penilaian haruslah terbebas dari
perbedaan jenis kelamin peserta didik.
g.
Kriteria penilaian harus dapat digunakan
oleh siapa saja dan dapat menghasilkan pengertian yang sama untuk evidence yang
sama.
7.
Koleksi
Apabila semua evidence telah dikerjakan
peserta didik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam kurikulum
langkah selanjutnya adalah mengkoleksi evidence tersebut. Dalam mengoleksi
evidence peserta didik hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan oleh guru
antara lain:
a. Memastikan bahwa peserta didik
memiliki berkas portofolio.
b. Adanya bahan penilaian baik berupa
penghargaan tertulis, lisan, hasil kerja biasa, daftar ringkasan, catatan kerja
kelompok, daftar kehadiran, persentase tugas, dan catatan peringatan guru.
c. Pengumpulan bahan dan hasil karya.
8.
Seleksi Evidence
Apabila semua peserta didik telah
mengkoleksi semua evidence yang telah ditugaskan oleh guru, tahap berikutnya
dalam asesmen portofolio adalah seleksi. Dalam tahap ini,peserta didik akan
memilih seluruh atau sebagian kolaeksi mereka lalu memilih hasilkarya terbaik
untuk dinilai. Proses seleksiini dapt dilakukan oleh peserta didik sendiri,
kelompokatau bahkan atas bimbingan guru.
Masing-masing evidence dipilih dan
disesuaikan sebagai bahan asesmen portofolio. Banyak sekali hal yang harus
diperhatikan yang berkaiatn dengan evidence peserta didik antara lain:
a. Jenis sumber yang digunakan.
b. Banyaknya evidence yang dimasukkan
sebagai bahan asesmen portofolio.
c. Seringnya pengumpulan evidence
dilakukan.
Proses seleksi evidence peserta didik
yang akan dijadikan sebagai bahan asesmen portofolio sangatlah penting dan
sangat mempengaruhi hasil penilaian yang dilakukan oleh guru.
Beberapa hal yang harus dilakukan guru
dalam hal ini:
a. Guru harus menentukan pihak yang
melakukan seleksi terhadap evidence peserta didik.
b. Guru harus menentukan apakah peserta
didik harus bekerja sama dengan guru dalam melakukan seleksi evidence peserta
didik.
c. Guru harus menentukan cara
penyeleksian terhadap evidence peserta didik.
d. Guru harus menentukan proses asesmen
portofolio di kelas, termasuk sistem yang digunakan untuk melaksanakan
portofolio, kemungkinan pihak yang memiliki akses ke portofolio.
e. Guru harus menentukan cara-cara
pemilihan evidence peserta didik, khususnya dalam rangka meningkatkan reflesid
diri dan penilaian diri.\
f. Guru harus mengembangkan prosedur
untuk menyeleksi evidence peserta didik.
9.
Refleksi
Refleksi (reflection) adalah
proses yang paling penting dalam asesmen portofolio. Tahapan ini membedakan
dengan jelas antara portofolio dengan sekedar koleksi. Pada tahap refleksi,
kepada peserta didik ditanyakan alasan mengapa mereka memilih evidence tertentu
untuk dinilai, bagaimana membandingkan antara satu evidence yang dipilih dengan
yang tidak dipilih, kemampuan dan pengerahuan khusus apa yang digunakan untuk
memilih dan menghasilkan evidence tertentu, dan dimana atau kapan mereka dapat
meningkatkan kemampuannya sebagai peserta didik. Hal yang terpenting pada
tahapan ini adalah peserta didik harus aktif dalam penilaian. Peserta didik
dapat melakukan pengawasan secara langsung pada kualitas kemampuan mereka dan
mengenal secara jelas peningkatan yang diperlukan.
10.
Koneksi
Tahapan paling akhir dalam asesmen
porofolio adalah koneksi. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam tahapan
koneksi yaitu pertama koneksi antara yang siswa hasilkan dengan tujuan
pembelajran dan kedua antara siswa dengan dunia luar kelas. Hubungan anrata
portofolio peserta didik dengan tujuan pembelajaran dapat menunjukkan bagaimana
mereka menuangkan pengetahuan dan kemampuannya. Pada tahap ini peserta didik
diajak untuk mengenal dirinya sendiri. Dengan koneksi ini diharapkan siswa
memahami kurikulum lebih mendalam. Mereka akan menilai posisinya dalam tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan.
Hubungan antara portofolio peserta didik
dengan dunia luar, di luar kelas, ditujukan untuk memperlihatkan evidence
mereka pada dunia luar. Banyak program portofolio yang berhasil dengan cara
memperlihatkan evidence peserta didik kepada dunia luar seperti kelompok guru,
orang tua, masyarakat atau komunitas lain.
11.
Pelaporan Asesmen Portofolio
Dalam pengembangan asesmen portofolio,
guru biasanya melakukan pemantauan kemajuan peserta didik dengan membandingkan
portofolio terhadap peta kemampuan pengetahuan dan pemahaman yang harus dicapai
dalam standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang terdapat didalam
kurikulum. Asesmen portofolio bukan merupakan sistem penilaian satu-satunya
sehingga harus dikombinasikan juga dengan bentuk penilaian yang lain. Dalam
penerapan asesmen portofolio sangat diperlukan kejujuran dan objektivitas yang
konsisten dari semua pihak, baik guru, orang tua, maupun pihak lain.
Asesmen portofolio lebih menekankan pada
penilaian proses dan hasil sehingga hasil asesmen portofolio hendaknya
memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam kegiatan
pembelajaran untuk mengadakan negosiasi mengenai pola pembelajaran dan
pendewasaan siswa. Oleh karena itu, asesmen portofolio dituntut memberikan
informasi secara menyeluruh mengenai:
a.
Perkembangan pemahaman dan pemikiran
peserta didik dalam kurun waktu tertentu tentang standar kompetensi, kompetensi
dasar dan indikator yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
b.
Evidence peserta didik yang berkaitan
dengan bakat dan keterampilan khusus.
c.
Evidence peserta didik selama periode dan
kurun waktu tertentu.
d.
Refleksi nilai-nilai peserta didik
sebagai individu baik segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
Hasil asesmen portofolio pada umumnya
dapat berbentuk skor, grafik atau deskriptif. Pekerjaan guru selanjutnya adalah
membuat suatu rumusan bagaimana skor itu akan dianalaisis dan ditafsirkan
sehingga kesimpulan akhir tentang kemampuan peserta didik sudah merupakan nilai
keseluruhan berbagai aspek. Guru harus menempatkan peserta didik dalam peta
kemampuan dengan memberi bobot tertentu serta bagaimana membuat kesimpulan
akhir yang bersifat komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Laporan hasil belajar dibuat dalam peta
perkembangan yang memuat deskripsi dan uraian perkembangan kompetensi dasar,
hasil belajar, atau indikator hasil belajar yang terdapat dalam kurikulum. Peta
kemampuan dapat digunakan guru untuk memantau kemampuan belajara peserta didik.
Kemampuan hasil belajar bertujuan untuk:
a. Acuan bagi guru dalam memantau perkembangan
belajar peserta didik.
Peta
kemampuan harus dibuat berdasarkan data yang akurat, yang menggambarkan
kemampuan yang kompleks untuk dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan peserta
didik.
b. Acuan bagi guru dalam mengestimasi
pencapaian.
Estimasi
pencapaian pengetahuan siswa diperoleh berdasrkan bukti nilai tugas portofolio
yang telah dikerjakan. Dalam melakukan estimasi, guru harus memperhatikan
kualitas dan akurasi seluruh evidence yang telah dikerjakan peserta didik dan
dinilai.
12.
Kelebihan dan Kelemahan Penilaian
Portofolio
Ada beberapa kelebihan dari Penilaian
Portofolio :
a.
Menunjukkan evaluasi diri siswa,
refleksi, dan pemikiran kritis.
b.
Mengukur Kinerja dasar berdasarkan contoh
original pekerjaan siswa.
c.
Memberikan fleksibilitas dalam mengukur bagaimana
siswa mencapai tujuan.
d.
Memungkinkan guru dan siswa berbagi
tanggung jawab dalam menentukan tujuan belajar dan untuk evaluasi
kemajuan.
e.
Memberikan kemungkinan bagi siswa untuk
mendapatkan masukkan yang ekstensif dari proses pembelajaran.
f.
Memfasilitasi pembelajaran kooperatif,
termasuk evaluasi ‘peer’ dan tutoring.
g.
Memungkinkan pembentukan struktur
pembelajaran bertahap.
h.
Memungkinkan guru dan siswa untuk
mendiskusikan tujuan pembelajaran dan kemajuan dalam dialog yang terstruktur
maupun tidak.
i.
Memungkinkan pengukuran kemajuan siswa
multi dimensi dengan memasukkan berbagai tipe data dan material.
Kelemahan diantaranya :
a.
Memerlukan waktu dan kerja keras.
b.
Penilaian portofolio memerlukan perubahan
cara pandang.
c.
Penilaian portofolio memerlukan perubahan
gaya belajar.
d.
Penilaian portofolio memerlukan perubahan
sistem pembelajaran.
13.
Perbedaan Penilaian Tes dengan Portofolio
a.
Tes
a)
Tes biasanya dilakukan untuk menilai
kemampuan intelektual siswa melalui penguasaan materi pembelajaran
b)
Guru berperan sangat dominan dalam proses
penilaian sedangkan siswa berperan sebagai orang yang dinilai.
c)
Kriteria penilaian ditentukan satu untuk
semua
d)
Keputusan berdasarkan penilaian
ditentukan sendiri oleh guru.
e)
Peni penilaian dilakukan dengan
berorientasi pada pencapaian hasil belajar.
f)
Penilaian merupakan kegiatan yang
terpisah dari proses pembelajaran
g)
Penilaian melalui tes biasanya dilakukan
pada akhir program pembelajaran.
b.
Portofolio
a)
Penilaian portofolio menilai seluruh
aspek perkembangan siswa baik intelektual, minat sikap, dan keterampilan.
b)
Peserta didik terlibat dalam proses
penilaian dengan menilai dirinya sendiri mengenai kemampuan beserta dalam
perkembangannya
c)
Kriteria penilaian ditentukan sesuai
dengan kriteria siswa.
d) Proses
penilaian beserta pengambilan keputusan dilakukan dengan cara kolaboratif
antara guru, siswa, dan orang tua.
e)
Penilaian berorientasi pada kemajuan,
usaha yang dilakukan siswa termasuk pencapaian hasil belajar.
f)
Penilaian merupakan bagian integral dari
proses pembelajaran.
g)
Penilaian portofolio dilakukan selama
proses pembelajaran berlangsung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar