Selasa, 17 November 2015

bercerita lewat malam



CERITA
A’isatul Munawaroh kusyairi

Aku terlihat naif seperti ini
Aku mengemis perhatian dan kepedulian
Tuhan inikah sebuah rasa yang menyakitkan
Rasa yang menampar hati
Tunda saja, bisakah engkau memberikan cerita ini untuk ku esok lusa ?
Aku bukan seseorang yang tangguh dalam dekapan
Aku bukan sesorang yang kuat dalam senyuman dan tawa
Aku lemah jika harus berada dalam genangan air mata
Tuhan, aku berperan sebagai siapa ?
Aku tokoh antagonis dalam ceritaku sendiri !
Bukankah itu sangat lucu ?

Selangkah kata lagi, aku ingin menggenggam kepastian
Melalui duka itu pasti
Melalui suka itu perlu
Bahkan sesekali aku harus melewati genangan air tanpa bayangan
Tinggalkan saja jejak yang hitam pekat
Jangan pedulikan dan tak perlu kau hiraukan itu !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar